Berita

Pelabuhan Lembar Kondusif: Pengamanan Sahur Tingkatkan Rasa Aman Pengguna Jasa dari Aksi Premanisme

×

Pelabuhan Lembar Kondusif: Pengamanan Sahur Tingkatkan Rasa Aman Pengguna Jasa dari Aksi Premanisme

Share this article

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Lembar, di bawah naungan Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan. Pada Kamis dini hari, 20 Maret 2025, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar melaksanakan kegiatan pengamanan sahur di area Pelabuhan PT. ASDP Lembar.

Kegiatan yang dimulai pukul 03.00 WITA ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama masyarakat melaksanakan ibadah sahur. Kehadiran anggota kepolisian di tengah aktivitas masyarakat yang sedang mempersiapkan diri untuk berpuasa ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan dan tindak kriminalitas.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Muhammad Farhan Arrafi, S.Tr.K., S.I.K., melalui keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan sahur ini merupakan wujud pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.

Himbauan Kamtibmas dan Pencegahan Kriminalitas

Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar juga aktif memberikan himbauan kepada para pengguna jasa dan masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan. Himbauan tersebut meliputi kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kejahatan, seperti premanisme, aksi percaloan, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, terutama saat jam-jam rawan seperti dini hari, untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar,” ujar Iptu Muhammad Farhan Arrafi.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memarkirkan kendaraan. “Pastikan kendaraan Anda terkunci dengan aman dan terparkir di tempat yang mudah diawasi. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya aksi curanmor yang dapat meresahkan masyarakat,” tambahnya.

Respons Cepat Kepolisian Melalui Call Center 110

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi call center kepolisian di nomor 110 apabila menemukan atau mengalami tindak kejahatan. Layanan ini tersedia 24 jam dan diharapkan dapat memberikan respons cepat dari pihak kepolisian terhadap laporan masyarakat.

“Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau bahkan menjadi korban tindak kejahatan, jangan ragu untuk segera menghubungi call center 110. Kami siap melayani dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” tegas Iptu Muhammad Farhan Arrafi.

Upaya Proaktif Kepolisian dalam Menciptakan Lingkungan yang Aman

Kegiatan pengamanan sahur ini merupakan salah satu upaya proaktif yang dilakukan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan. Kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan mencegah terjadinya berbagai macam tindak kejahatan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Polri secara keseluruhan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh wilayah hukumnya. Dengan adanya kegiatan rutin seperti pengamanan sahur ini, diharapkan dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan bersama.

Pengamanan sahur di Pelabuhan Lembar ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Masyarakat menyambut baik kehadiran aparat kepolisian yang memberikan rasa aman selama mereka beraktivitas di dini hari. Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…